Strobist Photography I (dasar teknik strobist)
Pada dasarnya strobist berasal dari kata strobe yaitu lampu flash
atau alat untuk kepentingan fotografi yang dapat menghasilkan cahaya terus
menerus. Sebenarnya semua fotografi yang menggunakan flash bisa dikatakan strobist, namun pada saat ini yang dikatakan
stobist jika menggunakan flash secara
off-camera (flash tidak diletakkan pada dudukn flash yang ada pada body
camera).
Apa sih sebenarnya fungsi flash?
Dan kapan saat terbaik kita menggunakan
flash?
Pemikiran sederhananya, flash
berfungsi untuk memberikan cahaya diasaat sebuah obyek / subyek itu dalam
keadaan gelap. Sedangkan waktu penggunaan flash
biasanya saat memotret di dalam ruangan dan saat malam hari.
Apakah penggunaan flash di luar ruangan pada siang
hari itu suatu tindakan bodoh?
Selain untuk menerangi pada tempat gelap, fungsi flash adalah untuk mengontrol
cahaya. Pengertian mengontrol sangat berbeda dengan menerangi. Penggunaan flash dikatakan “menerangi” jika tanpa
menggunakan flash, foto yang
dihasilkan sangat gelap dan hasil foto menjadi hitam dan fungsi flash dikatakan “mengontrol cahaya” jika
walaupun tanpa menggunakan flash, foto
yang dihasilkan masih jelas dilihat, namun ada beberapa bagian yang gelap dan
sedikit menggangu. Bagian yang gelap ini perlu adanya fill flash untuk
menyeimbangkan pencahayaan. Contoh penggunaan fill flash adalah saat kita memotret orang di pantai pada sore
hari, dimana menggunakan flash dengan
power tertentu agara orang terlihat
jelas dan warna langit sore juga nampak.
Pada artikel ini, saya akan membahas mengenai dasar penggunaan flash off-camera atau yang disebut teknik strobist.
-article from http://log1kaphotography.blogspot.sg/2011/10/strobist-photography-i-dasar-teknik.html







0 komentar:
Posting Komentar